Archive for the ‘my concern’ category

Pengalaman Terbang Padang – Jakarta

March 26, 2012

Peristiwa ini terjadi pada saat saya melakukan perjalanan dengan mempergunakan LION Air pada tanggal 22 Maret 2012, dengan rute Padang – Jakarta, flight nomor JT 357, berangkat dari Padang pukul 17:50. Pada penerbangan ini saya menduduki kursi nomor 20 F, sisi jendela dari daerah Pintu Darurat di bagian tengah pesawat (bagian tengah pesawat ada 4 buah pintu darurat di deretan kursi nomor 19 dan 20, kiri dan kanan). Semua berjalan dengan baik sampai ketika pesawat menjelang lepas landas. Pengumuman mengenai handphone untuk dimatikan telah dilakukan berulang kali, sampai kemudian pramugari mulai menerangkan penggunaan pelampung (suatu standar sebelum lepas landas),  dering handphone tiba tiba terdengar dari kursi 19 F, yang berada tepat didepan saya (sebut saja bapak A). Pramugari yagn bertugas secara tegas langsung menegur bapak A, agar dengan segera mematikan handphonenya. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi, tapi deringan tersebut kemudian terhenti.

Pesawat kemudian mengudara, dan ditengah – tengah perjalanan tersebut tiba – tiba deringan hendphone tersebut kembali terjadi dari kursi 19 F tersebut, tapi sepertinya bapak A mengabaikan bunyi handphone tersebut, saya sempat memperhatikan bahwa penumpang di kursi sebelahnya (19 E), sempat menoleh dan mencoba menyimak asal bunyi handphone tersebut, tidak terjadi apa – apa, kemudian dering handphone pun berhenti.

Peristiwa-peristiwa tersebut tidak berarti apa – apa jika dibandingkan dengan peristiwa yang terjadi kurang lebih 15-20 menit menjelang mendarat. Bapak A yang sepertinya sempat terlelap tidur dengan selonjoran, tiba – tiba meraih dan bergantung pada pegangan pintu darurat untuk membantu mengembalikan posisinya untuk duduk secara tegak kembali. Peristiwa yang terjadi sangat singkat ini betul – betul membuat darah saya terbang entah kemana…… Alhamdulillah pintu darurat tidak terbuka karena handle tersebut dipakai untuk bergantung sementara. Sayang sepertinya hanya saya yang melihat peristiwa tersebut terjadi. Sejak saat itu sampai pesawat benar-benar mendarat, saya tidak bisa tenang, yang ada di kepala saya hanyalah satu, jangan sampai hal tersebut terjadi lagi, dan saya harus memperhatikan apa yang dilakukan oleh bapak A ini. Untungnya sampai pesawat mendarat tidak ada peristiwa “sinting” lagi yang terjadi dari kursi tersebut.

Saya sama sekali tidak mengerti apa yang terjadi atau ada dikepala bapak A tersebut, karena segala penjelasan telah dilakukan oleh pramugari dengan sangat jelas, termasuk informasi agar para penumpang di daerah pintu darurat tidak diijinkan menyentuh pintu darurat tersebut, tanpa instruksi dari pramugari (tentunya dalam kondisi darurat). Jadi dalam hal ini para pramugari dan maskapai telah melakukan kewajibannya dengan baik, masalahnya adalah kadang ada orang yang tidak peduli dan menyepelekan hal yang sebenarnya adalah penting.

Mungkin salah satu cara untuk mencegah hal ini terulang kembali adalah dengan benar-benar menyeleksi orang yang akan duduk di daerah penting ini, diperlukan suatu kesadaran dan kemampuan berpikir yang cukup baik untuk memahami, bahwa ada hal – hal yang perlu mendapatkan perhatian serius dan bukanlah hal yang sepele, karena ini menyangkut keselamatan banyak orang.

Mei Berduka

May 24, 2010

Sepertinya bulan Mei ini telah menjadi bulan duka bagi bangsa Indonesia. Beberapa public figure yang kita kenal bersama telah menghadap Sang Khalik.

Setiap kematian sebenarnya merupakan tanda yang mengingatkan kita , bahwa setiap saat kita pun bisa mengalami hal yang sama.

Laurentia Pasaribu, sosok yang lebih kita kenal dengan nama Mama Lauren, meninggal dunia pada 17 Mei 2010. Lahir di Eindhoven, Belanda, tapi Mama Lauren lebih banyak menghabiskan waktunya di Indonesia yang seakan telah menjadi tanah airnya sendiri. Kemampuannya untuk melihat atau menerawang masa depan telah membawa nya ke satu posisi yang sepertinya sulit tergantikan pada saat ini.

Gesang Martohartono, tokoh yang tidak bisa dipisahkan dengan dunia keroncong ini, meninggal dunia pada 20 Mei 2010. Karyanya “Bengawan Solo” telah menjadi asset bangsa yang diakui oleh dunia. Setelah mengalami perawatn serius di rumah sakit, akhirnya Gesang menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 92 tahun, dan bangsa ini kehilangan salah satu seniman hebatnya.

Hasri Ainun Besari, atau yang lebih kita kenal dengan ibu Ainun Habibie, menghembuskan nafas terakhir pada 22 Mei 2010 di Munich Jerman, setelah berjuang menghadapi penyakit kanker yang telah menggrogoti tubuhnya. Ibu Ainun mempunyai peran yang tidak kecil ketika sang Suami BJ Habibie menghadapi masa masa sulit ketika reformasi tengah bergulir. Dan bangsa ini kehilangan seorang tokoh wanita yang tidak kecil perannya dalam mengantarkan Indonesia menuju demokrasi.

Anto Praboe, mungkin nama ini kurang familiar dibanyak orang, tapi buat para musisi dan penggemar music rock Indonesia khususnya progressive, rasanya aneh kalau tidak mengenal Discus. Anto Praboe,s ecara mendadak meninggal dunia pada 23 Mei 2010 setelah bersepeda, serangan jantung sepertinya menjadi penyebab meninggalnya Anto yang berusia 50 tahun ini. Anto Praboe adalah salah seorang musisi yang tergabung di group ini, sebuah group yang secara internasional telah menorehkan suatu catatan tersendiri.

Disamping beberapa publik figur domestik tersebut diatas, pada bulan Mei ini komunias Rock dunia berduka dengan kepergian Ronnie James Dio. Setelah berjuang melawan kanker perut yang dialaminya akhirnya Ronnie James Dio harus mengakui kekalahannya melawan kanker tersebut pada 16 Mei 2010. Sebgai vocalis music rock, Dio telah malang melintang di dunia ini dan eksistensinya sudah tidak diragukan lagi di dunia rock. Kepergian Dio ini merupakan suatu kehilangan besar bagi kita semua pencinta music rock.

Selamat jalan suatu saat kita pasti akan bertemu di belahan kehidupan yang lain…..

[indonesiaku]salah satu masalah sosial di kota besar kita

April 16, 2010

Peristiwa Priok berdarah telah berlalu beberapa hari, tetapi peristiwa itu tetap menyisakan beberapa hal yang patut menjadi bahan perenungan dan evaluasi bagi kita bersama, dalam kaitannya hidup berbangsa dan bernegara untuk mencapai hal yang lebih baik.

Peristiwa tersebut merupakan cerminan kondisi sosial masyarkat kita, khususnya adalah masyarakat merjinal yang hidup di kota kota besar di Indonesia. Satu hal yang pasti adalah tingkat sensitifitas masyarakat ini cukup tinggi, dalam artian bahwa satu issue saja yang membuat masyarakat ini merasa bahwa terwakili dalam issue tersebut dapat menggerakkan mereka untuk melakukan sesuatu. Untuk kasus yang terjadi di Priok lalu ada dua isu yang menggerakkan masyarakat untuk terlibat yaitu: isu penggusuran tokoh Islam dan isu satpol PP. Kedua isu tersebut merupakan isu sensitive bagi sebagian masyarakat di Jakarta.

read more

[indonesiaku] ketika masyarakat mulai melawan.

April 15, 2010

Darah kembali tumpah di tanjung priok…. Seakan ini mengingatkan kita bahwa beberapa tahun lalu ketika pemerintahan Soeharto berkuasa, tanah priok pernah berlumpuran darah oleh umat Islam yang kala itu konon bersebrangan dengan penguasa saat itu. Kali ini darah bercucuran dari pihak satpol PP yang merupakan pelaksana lapangan atau eksekutor dari pihak Pemda DKI.

Konflik tanah merupakan salah satu permasalahan klasik yang terjadi di DKI ini, suatu masalah yang sepertinya tidak pernah ada habisnya. Dan kali ini sepertinya harus dibayar dengan sangat mahal, ketika masyarakat yang selama ini sering menjadi pihak yang tertindas, kemudian mulai melawan. Sebuah perlawanan keras yang terjadi ini karena isu agama telah terseret kedalam kancah ini, mempertahankan kawasan makam salah satu tokoh penyebar agama Islam di Jakarta ini, makam mbah Priuk, yang konon menjadi inspirasi atas nama Tanjung Priok.

read more

[industri musik] awal serbuan cd produksi china?

February 10, 2010

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja saya menemukan dan membeli sebuah paket cd + dvd dari group Bon Jovi. Sebagai seorang penggemar group asal New Jersey ini, saya cukup berbahagia karena bisa mendapatkan cd Bon Jovi terbarui mereka yaitu album “The Circle” yang kemudian dipaket dengan dvd mereka yang terbaru yaitu “Live at Madison Square Garden” dengan harga di kisaran seratus ribu rupiah. Mengapa membahagiakan?? Karena paket ini menurut saya sangatlah murah, karena ini adalah porduk original, sedangkan harga CD original Bon Jovi bertajuk “The Circle” pressing lokal adalah tujuh puluh lima ribu rupiah, ini hanya untuk 1 keping CD saja, tidak termasuk DVD.

read more

[indonesiaku] proyek transportasi baru lagi??

January 8, 2010

Beberapa waktu lalu 5 perusahaan asing membentuk suatu konsorsium dan memandatangai suatu MoA pengadaan kereta api supercepat senilai USD 3 milliar yang akan melayani rute Bandara Soekarno-Hatta , Jakarta , Cirebon dan Bandung. Kereta api supercepat ini ini dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway. Inforamsinya adalah pengadaan ini seluruhnya dibiayain oleh konsorsium tersebut, sehingga tidak ada dana dari APBN yang dipergunakan.

Beberapa pertanyaan besar muncul dibenak saya pada saat ini:

read more

[itb ku] hatta rajasa dan ia itb

January 7, 2010

Pemilihan Ketua Umum PAN semakin dekat, rencana Konggres Partai Amanat Nasional yang salah satu agendanya adalah pemilihan Ketua Umum yang baru akan diselenggarakan pada 8 – 10 Januari 2010. Salah satu kandidat ketua umum ini yang diperkirakan mendapatkan banyak dukungan adalah Hatta Rajasa.

Pencalonan Hatta Rajasaini menuai suatu kontroversi sendiri, hal ini disebabkan adanya rangkap jabatan apabila Hatta Rajasa berhasil memenangkan pencalonan ini, maka sebagai Menko Perekonomian yang bertanggung jawab mengkoordinasikan 14 menteri yang terkait dengan masalah perekonomian ini akan mempunyai tanggung jawab tambahan lagi sebagai seorang Ketua partai, dan tentunya ini sama sekali bukan tanggung jawab yang ringan. Disamping kedua jabatan tersebut, kita mengentahui bersama bahwa saat ini Hatta Rajasa juga masih menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni ITB sampai tahun 2011.

read more