[resensi buku] Tiap Detik Bermakna

Di kalangan pengusahan dan professional Indonesia, nama Betti Alisjahbana bukanlah nama yang asing yang baru terdengar. Kiprah ibu Betti di dunia usaha Indonesia sudah teruji dengan sederet posisi eksekutif yang pernah di emban oleh ibu 2 orang anak ini. Salah satu posisi sebagai eksektuif yang pernah disandang oleh Ibu Betti ini adalah CEO IBM Indonesia, dan ini adalah kali pertama IBM Indonesia dipimpin oleh seorang wanita.

Perjuangan untuk mencapai karir tertinggi dan segala pengalaman dalam interaksi bisnis telah menjadi salah satu dari banyak asset yang dimiliki oleh seorang Betti Alisjahbana. Dan kini Betti berbagi asset tersebut dalam bentuk suatu buku yagn berjudul “Tiap Detik Bermakna”. Suatu judul buku yang memang mempunyai arti yang sangat mendalam, bahwa dalam setiap detik kehidupan kita, kita tidak sepatutnya menyia nyiakan kehidupan tersebut.

“Tiap Detik Bermakna” berupa kumpulan tulisan dari ibu Betti yang terdiri atas banyak isu yang dapat memberikan nilai tambah bagi kita semua. Materi buku ini yang terbagi dari beberapa topik, dimana setiap topik adalah mandiri, sedrta sifatnya yang lebih kearah berbagi pengalaman tanpa perlu menggurui, membuat buku ini menjadi menarik dan mudah untuk dibaca.

Tidak kurang dari 30 tulisan dengan materi yang berbeda hadir di buku ini, mayoritas tulisan tersebut adalah berupa tips inspirasional untuk self improvement dalam berkarir yang juga pada beberapa tulisan menunjukkan visi bisnis, organisasi dan kepemimpinan seorang Betti Alisjahbana. Disamping itu Betti juga melengkapi buku ini dengan beberapa tulisan yang menyangkut masalah gender dan beberapa mengenai pengalaman hidup yang telah dilalui. Buku ini ditutup dengan satu tulisan yang sangat menarik mengenai Keseimbangan. Suatu hal yang kadang sering terabaikan oleh banyak orang, bahwa kegiatan atau aktifitas usaha / bisnis / karir kita juga harus diimbangi dengan kegiatan lainnya baik untuk kepentingan keluarga maupun kegiatan social lainnya. Karena akhirnya itulah yang membedakan seorang manusia dengan mesin produksi.

Buku ini adalah salah satu dari sedikit buku yang saya baca sampai selesai. Saya kadang tidak menuntaskan membaca satu buku apabila saya merasa bahwa buku tersebut membosankan, terlalu menggurui, terlalu teoritis dan pada akhirnya tidak memberikan manfaat apa apa bagi saya sebagai pembacanya, dan buku ini TIDAK TERMASUK dalam klasifikasi buku seperti itu.

Saya sangat menantikan tulisan selanjutnya dari Betti Alisjahbana, terutama mengenai kewirausahaan yang saat ini tengah dilakukan Betti setelah menginggalkan IBM.

Explore posts in the same categories: review

Tags: ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: