Mei Berduka

Sepertinya bulan Mei ini telah menjadi bulan duka bagi bangsa Indonesia. Beberapa public figure yang kita kenal bersama telah menghadap Sang Khalik.

Setiap kematian sebenarnya merupakan tanda yang mengingatkan kita , bahwa setiap saat kita pun bisa mengalami hal yang sama.

Laurentia Pasaribu, sosok yang lebih kita kenal dengan nama Mama Lauren, meninggal dunia pada 17 Mei 2010. Lahir di Eindhoven, Belanda, tapi Mama Lauren lebih banyak menghabiskan waktunya di Indonesia yang seakan telah menjadi tanah airnya sendiri. Kemampuannya untuk melihat atau menerawang masa depan telah membawa nya ke satu posisi yang sepertinya sulit tergantikan pada saat ini.

Gesang Martohartono, tokoh yang tidak bisa dipisahkan dengan dunia keroncong ini, meninggal dunia pada 20 Mei 2010. Karyanya “Bengawan Solo” telah menjadi asset bangsa yang diakui oleh dunia. Setelah mengalami perawatn serius di rumah sakit, akhirnya Gesang menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 92 tahun, dan bangsa ini kehilangan salah satu seniman hebatnya.

Hasri Ainun Besari, atau yang lebih kita kenal dengan ibu Ainun Habibie, menghembuskan nafas terakhir pada 22 Mei 2010 di Munich Jerman, setelah berjuang menghadapi penyakit kanker yang telah menggrogoti tubuhnya. Ibu Ainun mempunyai peran yang tidak kecil ketika sang Suami BJ Habibie menghadapi masa masa sulit ketika reformasi tengah bergulir. Dan bangsa ini kehilangan seorang tokoh wanita yang tidak kecil perannya dalam mengantarkan Indonesia menuju demokrasi.

Anto Praboe, mungkin nama ini kurang familiar dibanyak orang, tapi buat para musisi dan penggemar music rock Indonesia khususnya progressive, rasanya aneh kalau tidak mengenal Discus. Anto Praboe,s ecara mendadak meninggal dunia pada 23 Mei 2010 setelah bersepeda, serangan jantung sepertinya menjadi penyebab meninggalnya Anto yang berusia 50 tahun ini. Anto Praboe adalah salah seorang musisi yang tergabung di group ini, sebuah group yang secara internasional telah menorehkan suatu catatan tersendiri.

Disamping beberapa publik figur domestik tersebut diatas, pada bulan Mei ini komunias Rock dunia berduka dengan kepergian Ronnie James Dio. Setelah berjuang melawan kanker perut yang dialaminya akhirnya Ronnie James Dio harus mengakui kekalahannya melawan kanker tersebut pada 16 Mei 2010. Sebgai vocalis music rock, Dio telah malang melintang di dunia ini dan eksistensinya sudah tidak diragukan lagi di dunia rock. Kepergian Dio ini merupakan suatu kehilangan besar bagi kita semua pencinta music rock.

Selamat jalan suatu saat kita pasti akan bertemu di belahan kehidupan yang lain…..

Explore posts in the same categories: my concern

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: