[indonesiaku]salah satu masalah sosial di kota besar kita

Peristiwa Priok berdarah telah berlalu beberapa hari, tetapi peristiwa itu tetap menyisakan beberapa hal yang patut menjadi bahan perenungan dan evaluasi bagi kita bersama, dalam kaitannya hidup berbangsa dan bernegara untuk mencapai hal yang lebih baik.

Peristiwa tersebut merupakan cerminan kondisi sosial masyarkat kita, khususnya adalah masyarakat merjinal yang hidup di kota kota besar di Indonesia. Satu hal yang pasti adalah tingkat sensitifitas masyarakat ini cukup tinggi, dalam artian bahwa satu issue saja yang membuat masyarakat ini merasa bahwa terwakili dalam issue tersebut dapat menggerakkan mereka untuk melakukan sesuatu. Untuk kasus yang terjadi di Priok lalu ada dua isu yang menggerakkan masyarakat untuk terlibat yaitu: isu penggusuran tokoh Islam dan isu satpol PP. Kedua isu tersebut merupakan isu sensitive bagi sebagian masyarakat di Jakarta.

Isu penggusuran makam tokoh Islam, jelas ini merupakan isu yang sensitif, apalagi secara berkala tidak sedikit umat Islam yang bersiarah ke makam ini, kita telah belajar banyak dari pengalaman bahwa isu – isu yang menyangkut masalah keyakinan seseorang adalah sangat sensitive bagi masyarakat, apalagi isu ini adalah isu keyakinan mayoritas penduduk Indonesia.

Isu satpol PP merupakan isu sensitig bagi sebagian masyarakat kota besar di Indonesia, khususnya adalah masyarakat kecil yang termarjinalkan dalam kehidupan kota besar. Penggusuran demi penggusuran yang dilakukan oleh badan ini, telah meninggalkan suatu pandangan atau image tersendiri bagi kita semua baik yang terkena dampak langsung maupun bagi kita yang melihat melalui tayangan media elektronik maupun berita di media cetak. Terlepas bahwa satpol PP ini adalah sebagai penyelenggara kebijakan pemerintah daerah, tapi jelas konotasi dan pandangan yang buruk terhadap badan ini rasanya kuat menempel di pikiran banyak orang. Banyak masyarakat yang mungkin memendam perasaan ketidakpuasan terhadap perilaku atau perlakuan satpol PP ini, dan ketika mereka mempunyai peluang dan kesempatan untuk melampiaskan ini, tidak terelakkanlah perlakuan yang begitu keras dan keji terhadap mereka yang mengenakan atribut sebagai Satpol PP ini.

Apa yang terjadi di tanjung Priok beberapa hari yang lalu merupakan suatu pelajaran yang sangat mahal bagi kita semua, khususnya adalah pihak pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Ada beberapa hal yang saat ini perlu dengan sangat dievaluasi lagi antara lain adalah:

Pemerintah khususnya pemerintah daerah harus lebih peka terhadap masalah sosial yang terjadi di wilayahnya. Program penertiban perlu mendapatkan evaluasi lagi. Memang dalam kondisi ideal penertiban adalah sesuatu yang harus dilakukans ecara tegas demi keindahan dan ketertiban kota. Tetapi saat ini yang perlu ditambahkan selain melakukan penertiban tersebut, pemerintah juga harus dapat memberikan jalan keluar atau solusi bagi masyarakat. Seperti misalnya adalah penertiban pedagang kaki lima yang sering dilakukan oleh pemda. Saat ini tidak mudah untuk dapat bertahan hidup di kota besar, karena tingkat pengangguran yang cukup tinggi, salah satu buffer dari masalah pengangguran adalah sektor informal, termasuk didalamnya adalah pedagang kaki lima. Ini adalah salah satu cara bagi masyarakat untuk dapat bertahan hidup, ditengah tingginya tingkat pengangguran. Apabila sector informal juga terus mendapatkan tekanan, pilihan akan menjadi semakin sempit dan bisa jadi kejahatan akhirnya menjadi satu satunya jalan keluar bagi mereka. Memang pada akhirnya ditengah kondisi ekonomi yang relative kurang baik ini, kita harus berkompromi antara keindahan dan ketertiban kota dengan memberikan kesempatan bagi masyarakat kecil untuk tetap bertahan hidup.

Saat ini eksistensi satpol PP sesungguhnya sudah hancur, tanpa dimintapun sebenarnya satpol PP ini akan tidak berfungsi lagi. Dari satu sisi masyarkat sudah mempunyai keberanian lebih, karena terbukti satpol PP BISA DIKALAHKAN, dan dari sisi lain para personil satpol PP pun belum tentu masih memiliki keberanian untuk melakukan hal – hal yang sebelumnya dilakukan. Dan salah satu cara terbaik untuk (apabila masih diharapkan) mempertahankan satpol PP ini adalah dengan mengalih fungsikan mereka kepada pekerjaan pekerjaan yang tidak berhadapan kepentingan langsung dengan masyarakat.

Peristiwa Priok ini adalah sebuah miniatur dari masyarakat yang sedang “tertekan”, dan sebenarnya ini adalah sebuat peringatan bagi pemerintah pusat agar berhati hati terhadap suatu kebijakan yagn mempunyai implikasi terhadap masyarakat luas, karena bukannya tidak mungkin terjadi hal seperti ini dengan skala yang lebih luas, apabila terjadi persinggungan kebijakan dengan kepentingan yang hakiki dari masyarakat luas.

Explore posts in the same categories: my concern

Tags: , , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: