[industri musik] awal serbuan cd produksi china?

Beberapa waktu lalu secara tidak sengaja saya menemukan dan membeli sebuah paket cd + dvd dari group Bon Jovi. Sebagai seorang penggemar group asal New Jersey ini, saya cukup berbahagia karena bisa mendapatkan cd Bon Jovi terbarui mereka yaitu album “The Circle” yang kemudian dipaket dengan dvd mereka yang terbaru yaitu “Live at Madison Square Garden” dengan harga di kisaran seratus ribu rupiah. Mengapa membahagiakan?? Karena paket ini menurut saya sangatlah murah, karena ini adalah porduk original, sedangkan harga CD original Bon Jovi bertajuk “The Circle” pressing lokal adalah tujuh puluh lima ribu rupiah, ini hanya untuk 1 keping CD saja, tidak termasuk DVD.

Setelah puas menikmati baik cd dan dvd mereka ini, kemudian saya menyadari bahwa paket ini adalah buatan China. Apakah ini merupakan awal awal dari serbuan produk China yang diperkirakan akan mulai membajiri tanah air kita? Sebagai seorang penikmat musik , apabila hal ini terbukti akan terjadi, maka ini adalah sesuatu yang cukup menggembirakan saya, karena tentunya akan lebih banyak CD dan DVD produk China yang akan masuk ke Indonesia dengan harga yang lebih terjangkau.

Tetapi dibalik itu semua, serbuan CD atau DVD China ini (apabila memang akan terjadi), tentunya akan memukul industri musik Indonesia, khususnya adalah major label yang memproduksi musisi – musisi Internasional dengan pressing lokal. Saat ini industri atau penjualan CD musik di Indonesia sedang diterpa krisis karena penjualan yang terus mempunyai kecenderungan untuk merosot. Hal ini disebabkan karena banyaknya CD bajakan yang dapat ditemukan dengan mudah dengan harga yang jauh lebih murah, belum lagi adanya pilihan untuk mendownload lagu – lagu tersebut melalui internet. Dan apabila saat ini ternyata konsumen yang tersisa yang masih secara konsisten membeli CD pressing lokal, mempunyai pilihan produk China yang diperkirakan akan hadir di pasar Indonesia dengan harga yang relative lebih murah atau bonus yang lebih menjanjikan, pasar CD pressing lokal dipastikan akan tergerus kembali.

Beberapa waktu lalu para penggemar musik sempat dikagetkan dengan berita tutupnya salahs atu toko CD yang cukup besar di kota Bandung yang diperkirakan karena sepinya industri ini, dan kita juga melihat saat ini banyak toko CD yang harus berjuang untuk tetap hidup.

Suatu kondisi yang memang memprihatinkan sebenarnya, tapi bukanlah suatu yang tidak bisa diperbaiki. Seharusnya pemerintah secara tegas dan konsisten mempunyai komitmen yang tinggi terhadap pemberantasan produk bajakan. Diharapkan dengan adanya konsistensi ini, setidaknya pasar produk ini bisa sedikit lebih besar dan setidaknya harapan untuk tetap survive dari toko-toko CD maupun label yang memproduksi pressing lokal menjadi lebih besar.

Explore posts in the same categories: my concern

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: