[indonesiaku] proyek transportasi baru lagi??

Beberapa waktu lalu 5 perusahaan asing membentuk suatu konsorsium dan memandatangai suatu MoA pengadaan kereta api supercepat senilai USD 3 milliar yang akan melayani rute Bandara Soekarno-Hatta , Jakarta , Cirebon dan Bandung. Kereta api supercepat ini ini dinamai Hydrogen Hi-Speed Rail Super Highway. Inforamsinya adalah pengadaan ini seluruhnya dibiayain oleh konsorsium tersebut, sehingga tidak ada dana dari APBN yang dipergunakan.

Beberapa pertanyaan besar muncul dibenak saya pada saat ini:

(1) Bukankah permasalahan transportasi yang pelik saat ini kita hadapi adalah persoalan transportasi dalam kota Jakarta?

(a) Persoalan transportasi massa di tengah kota Jakarta, khususnya adalah di sentra bisnis

(b)Persoalan transportasi massa dari dan ke Jakarta dan daerah pendukung sekitarnya (hinterland): Bekasi, Tangerang, Depok,

(2) Ada beberapa system transportasi yang saat ini sudah berjalan dan (rasanya) terbengkalai yaitu:

(a) Monorail didalam kota, proyek ini sudah berjalan setengah jalan dan tidak terselesaikan tanpa ada alasan yang jelas.

(b) Busway, yang rencananya akan mendapatkan tambahan kendaraan, rasanya juga terkendala.

(3) Apakah memang sudah krusial, sehingga kita perlu memperbaiki system transportasi dari Soekarno-Hatta, Jakarta, Cirebon, Bandung???

(4) Walau proyek tersebut sepenuhnya dibiayai oleh konsorsium, tapi apakah tidak ada prioritas dalam penanganan masalah transportasi ?

Apabila proyek ini terrealisasikan, maka Bandung akan menanggung beban lebih beerat lagi, mengingat bahwa transportasi Jakarta Bandung akan semakin lebih baik, sehingga bukan tidak mungkin warga Jakarta mulai  (semakin banyak) berpindah rumah tinggal dari Jakarta ke Bandung dan setiap hari bekerja di Jakarta.

Nampaknya semakin hari semakin tidak jelas bagaimana pemerintah menghadapi persalahan yang ada.

Explore posts in the same categories: my concern

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

2 Comments on “[indonesiaku] proyek transportasi baru lagi??”

  1. AUGI JD Says:

    Asslm.Wr.Wb.

    Menurut hemat saya prioritas membangun monorel di Jakarta.
    Jalan bila macet, niaga akan macet, berimbas pada ekonomi dan pemerintahan.
    Keuntungan monorel karena memiliki jalur tersendiri di atas jalanan yang sudah ada.
    Bila pelaksanaan monorel di Jakarta diselesaikan, Studi Monorel di Bandung dapat diterapkan, dan studi di Surabaya menyusul.

    Hydrail, Kereta api berbahan bakar hydrogen dengan kecepatan 370 km membutuhkan waktu 5-10 tahun, untuk kelayakan keselamatan penumpang dengan kecepatan sangat tinggi. Kecepatan 170 km/jam kecepatan optimum di darat. Karena hembusan anginnya mempengaruhi lingkungan hidup sekitar rel.

    Untuk kecepatan di atas 170 km/jam lebih baik menggunakan transportasi udara karena sedikit bersilangan dengan lingkungan hidup. Di atas udara jauh sedikit lintasan burung-burung. Kecepatan tinggi kendaraan minim pengaruhnya pada lingkungan. Operasi Jakarta-Semarang atau Jakarta-Surabaya lebih efesien menggunakan transportasi udara.

    Untuk Hydrail dengan kecepatan 170 km/jam lebih ditujukan pada perjalan di China.
    Negeri yang berbasis darat, benua. Jalur yang dapat diujicoba jalur Xian – Urumqi. Jalur klasik, Jalur Sutra. Kota Xian adalah Ibukota China lama dan Urumqi adalah jarak yang terdekat ke perbatasan Pakistan.

    Xian – Urumqi; jarak 2568 KM ; waktu tempuh33 Jam
    http://www.chinatravelguide.com/ctgwiki/Special:CNTrainSearch?method=1

    Bila dengan kecepatan 170 km/jam dapat ditempuh selama 15 jam.

    Proyek ini menunjukan kelemahan lokomotif Indonesia terhadap riset, produksi dan operasi lokomotif. Cina piawai serta mempunyai jam terbang yang banyak dalam mengelola kereta api dataran benua. Seperti lindasan Free Trade China terhadap ASEAN.

    Wallahu ‘Alam B.
    Wass.Wr.Wb.

    • rizanovara Says:

      terima kasih banyak atas opininya
      saya setuju dengan opini anda.

      di indonesia kadang memang kebijakan tidak diambil berdasarkan suatu analisa obyektif, mungkin juga pertimbangan utamanya adalah kan ini proyek juga gak bayar, bukan dari apbn, tetapi dapat menyerap tenaga kerja dan memberikan fasilitas bagi masyarakat.

      sayang memang , klo pemerintahan didasarkan oleh konsep konsep seperti ini, apagunanya riset dan orang pandai di negeri ini

      salam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: