[indonesiaku] indonesia pasca gus dur

Gus Dur telah pergi meninggalkan kita semua, selesai sudah tugas dan pekerjaan sebagai seorang bapak bangsa….

Bapak Bangsa merupakan suatu predikat yang mungkin memang paling cocok dan pantas untuk disandang oleh seorang Gus Dur.

Bapak dalam konotasi sebuah keluarga berarti adalah pemimpin dan panutan dari anggota keluarga, bukan suatu tugas yang ringan. Dan seorang Gus Dur telah membuktikan peran tersebut dengan baik, sebagai seorang bapak bagi bangsa ini. Kita harus akui bersama bahwa secara de facto Gus Dur telah menjadi pemimpin kita semua.

Dalam konteks umat muslim di Indonesia, harus diakui peran dan kharisma Gus Dur sangatlah besar untuk menjaga stabilitas umat muslim di Indonesia. Pandangan Gus Dur yang luas mengenai kebangsaan dan pluralisme berhasil menyeimbangkan gerakan Islam yang mempunyai kecenderungan lebih radikal. Dan untuk ini Gus Dur, tidak hanya melalui pemikiran, tetapi juga dengan tindakan langsung, memberikan keseimbangan bagi umat Islam di Indonesia. KAPASITAS dan KEMAUAN untuk mengambil sikap seperti ini, tidaklah dimiliki oleh anak bangsa lainnya, setidaknya sampai saat ini.

Dalam konteks umat beragama, Gus Dur secara jelas menempatkan diri sebagai seorang Pluralis yang dapat menerima keberagaman dan memiliki toleransi yang sangat tinggi terhadap umat beragama lainnya. Sekali lagi tidak hanya dalam pemikiran atau ideology, tetapi Gus Dur juga membuktikan hal ini dalam bentuk aksi yang riil. Keberpihakan beliau terhadap umat beragama lainnya yang selama ini “mungkin” mengalami ketidak adilan ditunjukkan secara jelas.

Kepergian Gus Dur dapat mengakibatkan terjadinya gangguan keseimbangan yang selama ini dijaga dengan baik oleh Gus Dur, dan hal ini dapat terjadi karena dua hal:

(a) Sampai saat ini belum ada tokoh Islam yang mempunyai Komitmen, Kapasitas, Kemauan dan Sikap yang setara dengan Gus Dur. Para pemimpin organisasi Islam, maupun Partai Politik Islam, saat ini hanyalah eksis terbatas dalam organisasinya saja, belum ada yang mempunyai kapasitas lebih dari itu.

(b) Sikap pemimpin de yure bangsa ini (presiden) yang mempunyai kecenderungan untuk lebih mempertahankan image, pastinya tidak akan berani mengambil sikap yang akan berseberangan atau menjadi tidak populis. Dan hal ini akan membuat presiden extra hati hati untuk bersikap, apalagi yang terkait dengan isu gerakan islam atau organisasi islam, yang notabene adalah agama dari mayoritas bangsa ini.

Gus Dur telah menjadi penyeimbang ditengah keheterogenan bangsa ini, sehingga akhirnya kita bersama melihat bahwa tidak ada sesuatu yang mendominasi diatas yang lainnya, baik diantara kelompok muslim sendiri maupun diantara umat beragama lainnya.

Tinggal sebuah PR besar bagi bangsa kita untuk mendapatkan pengganti Penyeimbang ini, karena sampai saat ini sepertinya belum ada tokoh yang mampu atau layak menyandang peran ini. Sepanjang setiap kelompok mampu menjaga dirinya masing – masing mungkin peran “penyeimbang” ini belum dibutuhkan, tetapi ketika ada kelompok yang memulai untuk bermain main dengan melebihi teritorinya disitulah akan terjadi masalah karena pada saat itu dibutuhkan “penyeimbang”, supaya semua kembali keposisinya masing masing dan kembali system tersebut menjadi stabil.

Explore posts in the same categories: my concern

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment on “[indonesiaku] indonesia pasca gus dur”

  1. kitong Says:

    kalo om udah jadi bapak belom?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: