[Family Business] Ini bukan masalah kepemilikan…

Apakah Family Business itu?

Banyak orang yang mendefinisikan Family Business ini berdasarkan kepemilikan dari perusahaan atau usaha tersebut. Apabila dimiliki dan atau dikelola oleh mayoritas orang yang mempunyai hubungan keluarga atau hubungan darah maka jadilah perusahaan tersebut dikategorikan sebagai perusahaan keluarga.

Sesungguhnya apakah yang membedakan antara perusahaan keluarga dan perusahaan yang non keluarga? Apakah benar bahwa status kepemilikannya yang membedakan kedua jenis perusahaan tersebut?

Kenapa sampai ada pembedaan antara perusahaan kelaurga dan perusahaan yang non keluarga? Hal ini disebabkan karena perusahaan keluarga sering mempunyai permasalahan “tambahan” yang tidak dialami oleh perusahaan non keluarga, yaitu mengenai hubungan kekeluargaan yang ada dengan hubungan professional di dalam perusahaan. Seringkali hubungan ini menjadi kendala dalam pengambilan keputusan didalam perusahaan, karena adanya masalah kekerabatan tersebut. Termasuk juga didalamnya adalah masalah suksesi perusahaan yang sering dianggap sebagai salah satu masalah besar didalam perusahaan keluarga.

Pertanyaan selanjutnya adalah, apakah permasalahan tersebut ‘hanya’ akan terjadi disuatu usaha yang dimiliki oleh anggota keluarga saja? Di Indonesia, dimana adat timur yang mengedepankan masalah kekekeluargaan dalam menyelesaikan setiap masalah yang terjadi, hal ini bisa saja terjadi baik pada perusahaan keluarga maupun tidak. Mungkin hal ini relatif kurang terjadi di negara negara barat dimana teori teori mengenai Family Business ini berkembang lebih dahulu.Dan kemudian teori ini banyak diadaptasi dan dikembangkan lebih lanjut di Indonesia.

Sesungguhnya apabila kita berbicara mengenai Family Business, hal ini adalah mengenai corporate culture dan bukan mengenai ownership.

Di Indonesia bukannya tidak mungkin kita menemukan perusahaan yang kepemilikannya tidak dimiliki oleh orang-orang yang memiliki hubungan darah atau keluarga, tetapi sangat kental sekali kekeluargaannya dalam pengelolaan perusahaan, khususnya kondisi seperti ini terjadi pada usaha kecil dan menengah di Indonesia. Sebaliknya tidak sedikit perusahaan yang para pemiliknya adalah memiliki hubungan darah atau keluarga, tetapi dikelola dengan professional sehingga kultur perusahaan tersebut sebaliknya malah tidak menunjukkan kultur sebagai perusahaan keluarga.

Explore posts in the same categories: business & management

Tags: , ,

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

One Comment on “[Family Business] Ini bukan masalah kepemilikan…”

  1. Gatot Widayanto Says:

    Bro Riza,

    Selamat!!!!! atas tulisan pertamanya!!!! Kapan nih traktir? he he he he ….

    Menarik topik ini dan sangat cocok dibahas di negeri ini. Mengapa? Bagi saya, saya justru mengamati perusahaan keluarga karena memang cikal bakalnya dari kepemilikan keluarga yanga AKHIRNYA corporate culture nya mewarisi gaya atau budaya yang ada di keluarga tersebut.
    Memang saya setuju, coroporate culture lah yang mewarnai sebuah perusahaan berciri “keluarga”. Bahkan …saya pernah menjumpai, sebuah perusahaan MNC tapi dijalankan seperti perusahaan keluarga …wah repot jadinya …banyak pekewuhnya ….

    Artikel yang sangat menarik, and Keep on writin’ …keep on proggin’ …!!!!

    Salam,
    G


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: